Sunday, August 4, 2019

Fandrik Ahmad Terbitkan Buku Sebagai Souvenir Pernikahan

MediaJatim.com, Jember – Banyak hal yang dilakukan keluarga di hari pernikahan. Mulai dari menentukan konsep pre-wedding, format acara, hiburan, konsumsi, dan souvenir pernikahan. Nah, soal souvenir pernikahan tentu harus dipertimbangkan secara matang karena akan menjadi kenangan dan tanda terima kasih kepada para tamu yang hadir.
Ada banyak ragam souvenir. Mulai dari yang biasa sampai yang unik dan menarik. Menerbitkan buku sebagai souvenir pernikahan merupakan salah satu hal unik dan menarik karena hanya beberapa orang yang dapat melakukannya. Apalagi buku yang diterbitkan merupakan karya sendiri.
http://mediajatim.com/2019/08/02/fandrik-ahmad-terbitkan-buku-sebagai-souvenir-pernikahan/
Hal itulah yang dilakukan oleh Fandrik Ahmad di hari pernikahannya. Cerpenis asal Jember tersebut menerbitkan buku Aku, Kau dan KUA sebagai souvenir pernikahan. Buku itu merupakan catatan perjalanan cintanya yang akhirnya berlabuh kepada Suayroh Tri Damayanti, gadis KUA yang menjadi istrinya.
Apa yang tertulis akan abadi dan apa yang tidak tertulis akan hilang di makan waktu. Saya hanya ingin mengabadikan kenangan, ujarnya saat ditanya mengapa menerbitkan buku tersebut.
Buku tersebut mengisahkan perjalanannya saat bertemu dengan staff KUA Kecamatan Jelbuk. Pertemuan tersebut tergolong singkat. Hanya 4 hari dari pertemuan pertama langsung menuju proses khitbah. Keduanya dipertemukan oleh keluarga KH. Dr. Muhammad Izudin, S.Ag, M.HI., pengasuh Pondok Tahfizh Ilmu Quran (PTIQ) Nurul Quran, Sukogidri, Ledokombo.
Jodoh, rezeki, dan mati sudah menjadi ketetapan Allah. Manusia hanya bisa berikhtiar dan berusaha. Meski sebelumnya tidak kenal, kalau sudah jodoh, ya, pasti tidak akan ke mana, ungkapnya semringah.
Freelance writer mediajatim.com ini berharap buku setebal 64 halaman tersebut dapat menjadi sarana edukatif bagi siapa saja, khususnya kalangan kaum muda betapa merajut cinta tidak harus melalui pacaran. Ada yang lebih diridai oleh Allah, yaitu melalui taaruf,” ungkapnya.
Setelah menikah pada pertengahan April lalu, dirinya mengaku banyak menemukan banyak inspirasi dan produktif menulis. Sebab, istrinya juga hobi menulis. Bedanya, jika si suami lebih konsentrasi kepada menulis fiksi dan jurnalistik, si istri lebih suka menulis artikel dan jurnal penelitian.

0 comments: