Wednesday, April 30, 2014

Kudung

(Dimuat di Tabloid Nova, 21-27 April 2014) “Bagaimana mungkin,” desis Laksmi, tak lain berbicara sendiri. Kifayah hari ketujuh atas meninggal suaminya baru usai. Rumah kembali sepi. Tidak seperti hari kemarin yang dipenuhi para pelayat. Beberapa famili menambah hari agar tempat duka tidak sepi benar. Laksmi bersimpuh di atas babut. Air mata jatuh tanpa bisa dipulangkan. Ia bukan tidak tahu betapa Rasulullah melarang ummatnya meratapi...

Tuesday, April 15, 2014

Bapakku bukan Perekayasa Konflik

Oleh: Allisa Wahid  Senin malam, 25 Pebruari 2012, saya membaca mention di twitter tentang berita Cak Imin yang akan mendirikan monumen GusDur di Singkawang, Kalimantan. Kota yang banyak dihuni saudara sebangsa berdarah Tionghoa, yang tentu saja sangat menghormati Gus Dur. Walau saya mempertanyakan apakah kiranya sebagai orang yang substantif dan tidak suka seremoni, Bapak suka dibuatkan monumen; bukan soal itu yang mengganggu batin...