
Cerpen: Fan D Ahmad
Sepotong senja jatuh menggantung di pucuk pohon Siwalan. Angin tenggara menerpa rerantingan pohon Randu. Kapuk beterbangan melukis langit, pengganti awan yang tak secuil pun kelihatan mengawang. Di atas ranting, bertengger seekor burung Dadali penuh pilu. Mendekap gelisah. Matanya menghujam ke aliran sungai dan selokan tak berair. Semuanya kering kerontang. Sesekali melirik ke padang ilalang yang menjadi tempat pencahariannya,...